Oktober 30, 2009
Jalan Terbaik
Akhirnya menemukan juga tempat bersandar. Bukan dari kekasih hati yang entah dimana dia berada sekarang, tapi dari sahabat terbaik yang pernah aku miliki. Sahabat yang benar-benar ada disaat aku senang maupun susah. Dia bukan kekasih hati ku, tetapi selalu ada untuk ku.
Malam ini dia berkata “ngga usah sedih atas kegagalan pertama mu, jadikan ini semua pelajaran berharga. kalau kamu ngga gagal, ngga mungkin akan belajar bagaimana berjiwa besar. kamu juga ngga kalah kok, hanya mengalah. semua sudah digariskan Allah, dan percaya ini adalah jalan terbaik untukmu. pasti ada hikmah dibalik ini semua”.
Dia memang benar, aku ngga akan bisa belajar berjiwa besar kalau ngga ada kejadian ini semua. Juga harus percaya bahwa semua sudah di atur, rezeki aku pasti ada di tempat lain. Percayakan sama Allah, everything is gonna be alright. Ayo Princess, yang semangat. Masih banyak yang harus aku kerjakan, ngga boleh buang waktu dan meratapi kejadian ini terus menerus. Aku pasti bisa menghadapi ini semua. Sekarang yang terpenting adalah menyelesaikan presentasi dinamika kelompok dan proposal thesis yang harus segera diseminarkan akhir bulan ini. Aku juga harus banyak bersyukur, bayak orang yang ngga bisa berada di posisi aku sekarang, banyak orang yang ngga seberuntung aku. Ya Allah, ampuni aku karena sesaat melupakan nikmat yang telah Engkau limpahkan kepadaku….
*special thanks to: mboph and mboyz, love you full…
mbophmboph berkata,
Oktober 31, 2009 pada 12:02 am
T_T
dynt…
aku percaya kamu bakal bisa lebih baik dari ini..
soalnya kamu emang ditakdirin buat lebih dari yang kamu lakuin sekarang…
semangat yah Bu…